Jumat, 16 November 2012

fisika dan musik


Belajar musik itu bukan hanya berbicara tentang bagaimana keindahan setiap nada yang terdapat di dalamnya. Secara tidak sadar, jika anda memainkan nada dalam setiap instrumen, kan anda dapati perhitungan matematis akan desain frekuensi nada yang akan di mainkan. Salah satu contoh:
Di dunia musik kita mengenal nada standar, nada yang telah disepakati secara global. Kesepakatan bunyi atau nada itu berkaitan erat dengan Range frekuensi setiap nada dari nada A,B,C,D,E,F,G dst. Pada nada dasar A standar kita memiliki range frekuensi 55 hz x 2 = 110 x 2 = dst, jadi frekuensi awal atau fo = 55 hz. untuk nada C = 33 Hz x 2 = Hz dst. Berikut daftar selengkapnya range frekuensi nada standar:

Hal ini menggambarkan bahwa nada dapat dirangkai secara matematis. Dalam bidang fisika Frekuensi (Hz) berbanding terbalik dengan Perioda (T) f= 1/T, untuk menentukan frekuensi diperlukan dua konstanta yaitu n (banyaknya getaran) dan t (waktu) dapat dihitung dengan rumus dasar :
Frekuensi Getaran
f = n/t keterangan ; f = frekuensi
n= banyaknya getaran
t = waktu
Getaran berhubungan erat dengan resonansi, Resonansi adalah peristiwa bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar.

l = panjang kolom udara di atas permukaan air dalam tabung (m)
n = resonansi ke-n (n = 1, 2, 3, …)
λ = panjang gelombang (m) ; λ = V (cepat rambat suara di udara) x F(frekwensi)
Dari rumus-rumus dasar itulah kemudian ditemukan suatu alat Tuneduntuk menyetem nada ke standar yang ditentukan biasanya dipakai untuk instrumen seperti gitar (alat petik) biola dan intrumen lain yang memerlukan tuned.

Gambar 1: Alat Ukur Suara
Alat ini menggunakan sensor suara sebagai pendeteksi awal yang berfungsi merubah sinyal suara (Analog) ke sinyal listrik.
sekian dulu nanti dilanjutkan ,Pelajaran musiknya yahhhh…musik dan fisika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar